Musimqq Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya Meja13 adalah situs judi online game capsa susun

Monday, October 29, 2018

Menangkap Peluang dari Manisnya Bisnis Kopi

Menangkap Peluang dari Manisnya Bisnis Kopi

Kabar Bisnis - Menjamurnya kedai atau kafe kopi di Indonesia bukan hanya marak di kota-kota besar, namun kedai kopi juga mulai marak di kawasan-kawasan yang tengah berkembang

Jangan bayangkan, warung kopi pinggir jalan yang hanya menyajikan kopi sachet cepat saji. Tapi kedai kopi yang menyajikan kopi dari biji-biji kopi istimewa Indonesia yang dulu tak banyak ditemui dengan mudah.

Kementerian Perindustrian mencatat, hingga tahun 2016, pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata lebih dari 7% per tahun.

Manisnya bisnis kopi tanah air juga berhasil merambah pasar ekspor. Pada 2015, ekspor kopi olahan tercatat US$ 356,79 juta alias meningkat 8% dibanding tahun sebelumnya.

Ekspor produk kopi olahan didominasi produk kopi instan, ekstrak, esens dan konsentrat kopi yang tersebar ke negara tujuan ekspor seperti Filipina, Malaysia, Thailand, Singapura, RRC, dan Uni Emirat Arab.

Melihat data tersebut, wajar saja bila saat ini makin mudah menemukan kedai kopi di Indonesia. Sekitar pertengahan tahun 2017, Owner Kiwari Coffee Bandung, Irfan Rahadian Sudiyana bercerita soal manisnya berbisnis di sektor ini.

"Harga biji kopi Arabica kalau beli langsung petani di Jawa Barat saja saat ini pasarannya Rp 80.000/kg. Itu harga untuk green bean (biji masih hijau), kamudian kalau sudah di-roasted (panggang) harga biji kopi untuk jadi bubuk kopi bisa Rp 250.000-300.000/kg," tutur Irfan saat itu.

Berapa Modal Awal Bisnis Kopi?

Owner Kiwari Coffee Bandung, Irfan Rahadian Sudiyana menjelaskan,untuk memulai bisnis kopu tidak melulu soal berapa banyak modal usaha.

"Modal itu kan tergantung. Kalau bisnis kopi itu sebenarnya modalnya cuma 2, kopi dan air (panas) saja. Kalau mau pakai alat racik manual yang sederhana, asal sudah ada tempatnya modal Rp 1 juta pun cukup untuk beli alatnya dan bahan baku," kata Irfan.

Menurutnya, pengalaman banyak pemula yang membuka bisnis warung kopi dengan modal cekak pun bisa sukses.

Namun demikian, jika ingin merintis bisnis kopi dengan sarana peralatan yang lebih lengkap, setidaknya dibutuhkan modal Rp 5- 10 juta, sudah termasuk sewa tempat. Alat-alat tersebut seperti grinder, mesin penyeduh kopi otomatis, saringan, dan sebagainya.

Terpisah, pelmilik Gratify Cafe, Fira mengatakan, sama dengan halnya bisnis kuliner lainnya, modal bukan segalanya.

"Kalau cuma sekadar punya uang dan modal lantas dipastikan sukses, orang bisa sukses dengan gampang dong," tutur Fira ditemui detikFinance di kedainya belum lama ini.

Wanita yang juga berpengalaman di bidang pastry alias panganan kue ini berpendapat. Selain modal, konsep memegang peranan penting dalam bisnis di sektor kuliner seperti kopi.

"Pertama kita harus memikirkan konsepnya. Apa yang membedakan kita dengan yang lain. Karena cafe banyak, lalu apa yang membedakan kita? Konsepnya," jelas dia.

Perhatikan 3 Hal Ini

Untuk bisa sukses di bisnis kopi, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan Supervisor Tanamera Coffee di Thamrin City, Rizky menjelaksan membuka sebuah bisnis kopi, bukan hal mudah. Ia mengatakan, tampaknya terlihat mudah, namun bisnis ini sebenarnya merupakan bisnis yang memiliki banyak aspek yang harus diperhatikan. 

1. Petani dan Biji Kopi

Petani dan biji kopi menjadi aspek pertama yang harus menjadi perhatian calon pengusaha kopi.

Selain bertugas menanam, seorang petani kopi juga berperan dalam melakukan pengolahan awal biji kopi setelah dipanen.

"Treatment (penanganan) biji kopi itu beda cara beda hasil. Misalnya, ada petani yang menjemur biji kopi tanpa dicuci dahulu. Nah itu kalau nggak dicuci, lendir atau getah kopi itu akan menyerap ke biji dan bikin kopinya jadi terasa lebih fruity. Beda kalau dia (biji kopi) dicuci dahulu. Biasanya rasa kopinya lebih mate," kata dia.

2. Proses Roasting

Roasting merupakan salah satu proses penting yang akan mempengaruhi kualitas aroma dan rasa dari kopi. 

Bahkan secara persentase, proses roasting memiliki pengaruh hingga 30% dalam sumbangan aroma dan rasa.

Pada proses roasting, biji kopi mentah (raw green bean) yang memiliki karakteristik soft, "grassy" smell dan sedikit atau tidak ada sama sekali rasa diubah (transform) menjadi roasted bean yang memiliki karaktersitik beraroma unik dan kaya rasa. 

3. Barista dan Penyajian

Setelah proses tanam, panen, pengolahan hingga biji kopi tersaji dalam bentuk bubuk, hal penting selanjutnya yang perlu diperhatikan dalam bisnis kopi adalah penyajiannya dalam gelas


No comments:
Write comments