Musimqq Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya Meja13 adalah situs judi online game capsa susun

Thursday, March 29, 2018

Grab vs Go-Jek Bersaing Semakin Dahsyat Setelah Tumbangkan Uber

Grab vs Go-Jek Bersaing Semakin Dahsyat Setelah Tumbangkan Uber

Kabar Bisnis - Grab berhasil menumbangkan Uber di Asia Tenggara dengan cara halus, yakni melalui akuisisi dan imbalan saham sebesar 27,5% ke perusahaan asal Amerika Serikat itu. Kesuksesan Grab tentu tak lepas dari tangan dingin pendirinya, Anthony Tan.

Grab telah mengumpulkan pendanaan sekitar USD 4 miliar dari investor yang dipimpin raksasa teknologi Jepang, Softbank. Sumber daya tersebut digunakan dengan baik oleh Tan yang memulai Grab sekitar 6 tahun lalu sebagai startup yang kecil di Malaysia.

Dana yang melimpah membuat Grab bertahan meski harus membakar banyak uang dan menjadi modal mereka merekrut talenta papan atas. Praktis Anthony yang kini berusia 36 tahun, tinggal memiliki lawan sepadan di perusahaan Go-Jek, itupun masih khusus pasar Indonesia.

"Anthony adalah pemimpin yang hebat, seseorang yang aku belajar banyak darinya," sebut Jeremy Kranz, kepala perusahaan investasi GIC Pte yang berbasis di Singapura.

Berawal dari Malaysia, Grab kini berbasis di Singapura dan memiliki valuasi USD 6 miliar. Untuk memperkuat perusahaan, strategi Tan terutama adalah merekrut karyawan berkualitas.

"Di Asia Tenggara, salah satu hal tersulit adalah membangun talenta teknologi. Tapi kami bisa mengumpulkan orang dari Google, Facbeook, Twitter, Microsoft. Dengan itu, kami bisa membuat produk yang hebat," kata Tan dikutip dari Star Online.

Namun Tan tak boleh berbangga meski sudah berhasil menetralisir Uber karena masih ada Go-Jek. Go-Jek punya keunggulan lebih banyak layanan dan uangnya pun melimpah ruah. Sejauh ini mereka masih beroperasi di Indonesia, tapi bukan tak mungkin berekspansi ke regional.

Selain perusahan dalam negeri seperti Astra dan Djarum, Go-Jek belum lama ini telah mendapat sejumlah dana investasi dari nama-nama besar seperti Alphabet (induk perusahaan Google), Temasek Holdings, KKR & Co, Warburg Pincus LLC, dan Meituan-Dianping.

Beberapa perusahaan tersebut secara bersama-sama menggelontorkan dana sebesar USD 1,2 miliar, atau kurang lebih setara dengan Rp 16 triliun sebagai investasi pada Go-Jek. Saat ini, valuasi Go-Jek diperkirakan sekitar USD 5 miliar.

Jadi, menarik mencermati bagaimana pertarungan ketat antara Grab dan Go-Jek. Apalagi Anthony Tan dan Nadiem Makarim pendiri Go-Jek, sama-sama lulusan Harvard Business School di Amerika Serikat. Siapa nanti yang bakal jadi jawara?


No comments:
Write comments