Musimqq Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya Meja13 adalah situs judi online game capsa susun

Sunday, February 4, 2018

7 Bahaya Kekurangan Gerak Bagi Tubuh

7 Bahaya Kekurangan Gerak Bagi Tubuh

Kabar Kesehatan - Seiring perkembangan jaman dan kemajuan teknologi, banyak sekali kemudahan yang dapat di peroleh. Tapi jangan lantas membuat kamu termanjakan dan terkena bahaya dari kurangnya aktivitas. Berikut ini penjelasan pakar yang harus Anda perhatikan.

Periset Australia menemukan bahwa pria yang duduk lebih dari 6 jam sehari di tempat kerja 90% lebih mungkin mengalami tekanan psikologis moderat seperti merasa gugup, resah, putus asa, atau rasa lelah.

Berdasarkan Journal of The National Cancer Institute, gaya hidup sedentary membuat seseorang mengalami peningkatan risiko pada sejumlah jenis kanker. Secara statistik, ketiga jenis kanker dengan risiko tertinggi antara lain kanker usus besar, kanker endometrium, dan kanker paru-paru.

Duduk terlalu lama dapat mengancam kesehatan otak. Orang dewasa yang menjalani gaya hidup sedentary lebih mudah mengalami demensia sama halnya dengan orang-orang yang memiliki gen tersebut, menurut laporan penelitian baru yang diterbitkan dalam Journal of Alzheimer's Disease.

Menurut sebuah studi di University of Florida, orang dewasa yang kurang gerak cenderung memiliki kadar gula darah 5,7 persen atau lebih tinggi dalam tes A1C, sehingga cukup tinggi untuk dipertimbangkan sebagai pradiabetes oleh American Diabetes Association.

Jangan salah, hal ini juga mempengaruhi kehidupan seksmu lho. Berdasarkan salah satu studi di Harvard, pria dengan lingkar pinggang 42 inci (106 cm) atau lebih, dua kali lebih mungkin memiliki disfungsi ereksi dibandingkan dengan pinggang di bawah 32 inci (81 cm).

Polling dari National Sleep Foundation mengungkap orang yang lebih aktif berolahraga hampir tidak pernah mengalami gejala yang berhubungan dengan insomnia. Di sisi lain, 50 persen orang yang tidak berolahraga dilaporkan terbangun di tengah malam.

Duduk selama 4 jam terus menerus dapat meningkatkan tekanan pada piringan sendi di punggung bawah Anda menurut sebuah studi Penn State. Kompresi ini dapat menyebabkan degenerasi piringan yang sering jadi penyebab umum di balik nyeri punggung. Demikian dikutip dari Men's Health.

No comments:
Write comments